| | Data NFP dan Tingkat Pengangguran AS di Bawah Ekspektasi: Data NFP AS melambat +50 ribu di bulan Desember 2025 (vs November 2025: +56 ribu), sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,4%. → pasar tetap memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga AS tahun ini. | | | Defisit APBN 2025 Melebar Seiring Penurunan Penerimaan Negara: Defisit APBN 2025 sementara sebesar 2,92% terhadap PDB (vs target APBN 2025: 2,53%), mendekati batas maksimum yang diizinkan regulasi di level 3% terhadap PDB. → berpotensi memberikan sentimen negatif bagi nilai tukar rupiah. | | | Rilis Perkiraan Ekonomi Indonesia 2025: Menkeu Purbaya merevisi turun proyeksinya akan pertumbuhan ekonomi 4Q25 menjadi +5,45% YoY (vs. proyeksi Oktober 2025: +5,67%). → penurunan ekspektasi pertumbuhan ekonomi. | | | IHSG Sentuh 9.000, Emas Cetak All–Time High: IHSG mencetak all–time high (ATH) pada perdagangan intraday Kamis (8/1), sementara nikel, tembaga, dan emas melanjutkan rally-nya. → ketidakpastian geopolitik membuat harga komoditas melanjutkan rally, walaupun IHSG tetap ramai. | | |
|
|
| MARKET UPDATE | | IHSG Cetak All-Time High Baru | | Latest Update (09/01/2026) | | | Latest | Week on Week (WoW) | Year to Date (YtD) | | IHSG | 8.936,8 | ▲ +2,16% | ▲ +3,35% | | IDR 10Y Govt Bond Yield | 6,13% | ▲ +9 bps | ▲ +6 bps | | Rata-rata bunga deposito 12 bulan | 3,59% | ▼ -12 bps | ▼ -12 bps | | Foreign Flow | | (Dalam Triliun Rupiah) | | Foreign Flow 1W | Foreign Flow 1M | Foreign Flow YtD | | Obligasi | -3,68 | +1,95 | +1,95 | | Saham | +2,05 | +3,11 | +3,11 | | Sumber: Bloomberg per 9 Januari 2026, kecuali data foreign flow obligasi dan saham per 8 Januari 2026. | | | |
| π What Happened in the Market | | | | | Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat non–farm payroll (NFP) AS naik +50 ribu pada Desember 2025, di bawah ekspektasi konsensus (+60 ribu). Di sisi lain, data NFP November 2025 direvisi turun dari +64 ribu menjadi +56 ribu. Data NFP Oktober 2025 juga direvisi turun -105 ribu menjadi -173 ribu, menandai revisi turun tertinggi dalam hampir lima tahun. | | | Tingkat pengangguran AS tercatat turun ke level 4,4% pada Desember 2025 (vs. November 2025: 4,6%), di bawah ekspektasi konsensus (4,5%). | | | Kementerian Keuangan memaparkan defisit APBN 2025 sebesar 2,92% terhadap PDB (vs target APBN 2025: defisit 2,53%, APBN 2024: defisit 2,29%), mendekati batas maksimum yang diizinkan regulasi di level 3% terhadap PDB. Pendapatan negara turun -3,3% YoY (92% target APBN 2025), disebabkan oleh kombinasi faktor moderasi harga komoditas, peningkatan restitusi serta kebijakan fiskal untuk menjaga daya beli dan keberlanjutan usaha masyarakat. Belanja negara naik +2,7% YoY (95% Target APBN 2025), didorong oleh realisasi sejumlah program pemerintah, seperti penyaluran program Makanan Bergizi Gratis. Dalam rilis terpisah, APBN 2026 menargetkan pendapatan negara naik +14% YoY dan belanja negara naik +11% YoY, keduanya lebih tinggi dibanding kenaikan realisasi sementara APBN 2025 dibandingkan LKPP 2024. Defisit anggaran ditargetkan sebesar 2,68% terhadap PDB. | | | Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai +5,45% YoY pada 4Q25 (vs. 3Q25: +5,04% YoY, 4Q24: +5,02% YoY), lebih rendah dibandingkan proyeksinya pada Oktober 2025 di level +5,67% YoY. Untuk 2025, Purbaya memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh +5,12% YoY (vs. 2024: +5,03% YoY), di bawah target APBN 2025 di level +5,2% YoY. | | | IHSG mencetak all-time high (ATH) di level 9.002 pada perdagangan intraday Kamis (8/1). Sementara itu, harga berbagai komoditas logam kembali menguat: Harga emas di pasar spot naik sekitar +2% ke US$4.599,87/oz pada Senin (12/1), menandai all–time high baru. Harga tembaga di pasar spot mencetak ATH pada Selasa (1/6) ke level US$13.380/ton secara intraday. Harga nikel di London Metal Exchange (LME) forward 3 bulan sempat melonjak +10,5% secara intraday ke level US$18.785/ton per Selasa (6/1), menandai kenaikan harian terbesar dalam lebih dari tiga tahun. | | |
|
|
| Secara Global: Pertumbuhan lapangan kerja AS melambat pada bulan Desember, namun penurunan tingkat pengangguran menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tidak memburuk secara cepat. Setelah data tersebut diumumkan, pasar masih memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali hingga akhir tahun ini. | | Untuk Indonesia: Sementara itu, meski target defisit APBN 2026 lebih rendah dibandingkan realisasi sementara APBN 2025, hal tersebut membutuhkan kenaikan penerimaan negara yang cukup tinggi (+14%), terutama pada pos penerimaan pajak (+23%). Belanja negara di APBN 2026 juga naik +11% YoY (vs. realisasi sementara APBN 2025: +3% YoY), dengan pemerintah berencana mengeluarkan beberapa stimulus untuk meningkatkan purchasing power masyarakat, di tengah perkiraan pertumbuhan ekonomi yang berada di bawah ekspektasi awal. | | |
|
|
| Dalam satu pekan terakhir, harga logam melanjutkan rally dan IHSG kembali mencetak all-time-high baru secara intraday pada Kamis (8/1). Di sisi lain, pelebaran defisit anggaran berpotensi memberikan sentimen negatif bagi nilai tukar rupiah. Pada Jumat (9/1), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah ke level 16.805, menandai level terlemah sejak April 2025. Ke depan, investor perlu mencermati dinamika ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menjelang pertemuan FOMC 27–28 Januari 2026, serta arah respons BI terhadap perkembangan eksternal tersebut. Hal ini mengingat kebijakan The Fed dan stabilitas nilai tukar rupiah berpotensi mempengaruhi kebijakan suku bunga BI kedepannya. | | |
| | | Top Reksa Dana Pasar Uang di Bibit | |
Cocok untuk: simpan dana darurat & parkir dana jangka pendek |
Return reksa dana per 9 Januari 2026.
Berdasarkan data historis, tidak menjamin kinerja di masa depan. |
| Top Reksa Dana Obligasi di Bibit | |
Cocok untuk: investasi jangka panjang dengan risiko moderat |
Return reksa dana per 9 Januari 2026. Berdasarkan data historis, tidak menjamin kinerja di masa depan.
|
| Kinerja Saham Perbankan dalam 5 Tahun Terakhir | |
Data saham per 9 Januari 2026, memperhitungkan price return dan dividend. Data historis, tidak menjamin kinerja di masa depan |
|
|
Writer: Bibit Investment Research Team Disclaimer: Konten dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual produk tertentu. |
|
|
Email ini dikirim oleh PT Bibit Tumbuh Bersama, Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Informasi di dalam email ini bersifat rahasia dan hanya ditujukan bagi investor yang menggunakan APERD PT Bibit Tumbuh Bersama dan menerima email ini. Dilarang memperbanyak, menyebarkan, dan menyalin informasi rahasia ini kepada pihak lain tanpa persetujuan PT Bibit Tumbuh Bersama. Reksa dana merupakan produk pasar modal dan bukan produk APERD. APERD tidak bertanggung jawab atas risiko pengelolaan portofolio yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Semua investasi mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas nilai investasi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan. Kinerja historikal, keuntungan yang diharapkan dan proyeksi probabilitas disediakan untuk tujuan informasi dan ilustrasi.
Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini.
|
Copyright © 2026. All rights reserved. |
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar