Data historis menunjukkan saat kenaikan yang terjadi di IHSG, penurunan tetap terjadi dalam jangka pendek. Ini yang bisa dilakukan investor 👉

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sebut IHSG bisa capai 10.000 di tahun ini. |
|
|
Ini mencerminkan optimisme terhadap pasar saham Indonesia ke depan. Sentimen market semakin positif, terlebih di awal tahun IHSG sempat ditutup di level 9.000. Tapi satu hal penting untuk diingat: optimism doesn't make the market low-risk. |
|
|
| Rally Doesn't Mean Low-Risk | | |
|
|
Banyak investor tergoda untuk mengubah strategi investasi dan all-in di saham saat melihat pasar reli. Namun, penting untuk dipahami bahwa reli tidak berarti risiko berkurang. |
| | Sebaliknya, saat pasar naik, valuasi saham cenderung menjadi lebih mahal sehingga potensi risiko investasi relatif meningkat dibandingkan ketika membeli di harga yang lebih rendah. | | | Selain itu, sentimen pasar dapat berubah dengan sangat cepat tergantung pada berita yang beredar yang bisa memicu volatilitas. | | | Oleh karena itu, investor perlu tetap disiplin pada strategi awal serta menerapkan pengelolaan risiko agar terhindar dari panic buying, panic selling, maupun pengambilan keputusan investasi yang gegabah. | | |
Source: Bloomberg, performa IHSG per 1 Januari 2016 - 31 Desember 2025 (1 Januari 2016 = 100) |
|
|
| Stay Diversified, Stay Rational | | |
|
|
Diversifikasi aset pada portofolio bisa menjadi salah satu cara untuk mengelola risiko dan menghindari keputusan gegabah. Jika ada aset yang mengalami koreksi karena perubahan sentimen, aset investasi lainnya bisa membantu kinerja portofolio. Kamu bisa mempertimbangkan strategi alokasi 60/40 sebagai salah satu cara diversifikasi untuk diterapkan. Secara historis: |
| | Penurunan lebih terkendali saat market terkoreksi. | | | Tetap bisa bertumbuh optimal saat market rebound | | |
Source: Bloomberg, performa per 1 Januari 2016 - 31 Desember 2025 (1 Januari 2016 = 100) Strategi 60/40 dengan alokasi pada kelas aset saham (IHSG) dan obligasi (ABTRINDO Index) |
|
|
| Diversifikasi ke Reksa Dana Pasar Uang untuk Stabilkan Portofolio | | |
|
|
Return reksa dana per 21 Januari 2026. Berdasarkan data historis, tidak menjamin kinerja di masa depan. |
|
|
| Reksa Dana Obligasi Negara, Konsisten Naik Jangka Panjang dengan Risiko Moderat | | |
|
|
Return reksa dana per 21 Januari 2026. Berdasarkan data historis, tidak menjamin kinerja di masa depan. |
|
|
| Aset Saham untuk Long-Term Growth | | |
|
|
Data saham per 21 Januari 2026, memperhitungkan price return dan dividend. Berdasarkan data historis, tidak menjamin kinerja di masa depan. |
|
|
Disclaimer: Konten dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual produk tertentu. |
|
|
Email ini dikirim oleh PT Bibit Tumbuh Bersama, Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Informasi di dalam email ini bersifat rahasia dan hanya ditujukan bagi investor yang menggunakan APERD PT Bibit Tumbuh Bersama dan menerima email ini. Dilarang memperbanyak, menyebarkan, dan menyalin informasi rahasia ini kepada pihak lain tanpa persetujuan PT Bibit Tumbuh Bersama. Reksa dana merupakan produk pasar modal dan bukan produk APERD. APERD tidak bertanggung jawab atas risiko pengelolaan portofolio yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Semua investasi mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas nilai investasi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan. Kinerja historikal, keuntungan yang diharapkan dan proyeksi probabilitas disediakan untuk tujuan informasi dan ilustrasi.
Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini.
If you no longer wish to receive this email, click on the following link: Unsubscribe |
Copyright © 2026. All rights reserved. |
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar