| | Eskalasi Geopolitik Terkait Venezuela: Presiden Donald Trump mengonfirmasi serangan militer ke Venezuela serta penangkapan Presiden Nicolรกs Maduro. → dampak terbatas terhadap harga minyak dalam jangka pendek, namun emas naik karena meningkatnya risiko geopolitik. | | | Pengalihan Penempatan Dana SAL (Saldo Anggaran Lebih): Menkeu Purbaya mengatakan bahwa pemerintah akan mengalihkan dana penempatan di Himbara sebesar Rp75 triliun. → berpotensi menekan likuiditas jangka pendek. | | | PMI Manufaktur Indonesia Melandai namun Tetap Ekspansif: PMI manufaktur Desember 2025 turun ke 51,2 dari 53,3 pada November 2025. → menunjukkan perlambatan, namun ditopang permintaan baru yang masih berlanjut. | | |
|
|
| MARKET UPDATE | | Mengawali 2026, IHSG Menguat +1,17% | | Latest Update (02/01/2026) | | | Latest | Week on Week (WoW) | Year to Date (YtD) | | IHSG | 8.748,1 | ▲ +2,46% | ▲ +1,17% | | IDR 10Y Govt Bond Yield | 6,05% | ▼ -9 bps | ▼ -2 bps | | Rata-rata bunga deposito 12 bulan | 3,70% | ▼ -4 bps | ▼ -0 bps | | Foreign Flow | | (Dalam Triliun Rupiah) | | Foreign Flow 1W | Foreign Flow 1M | Foreign Flow YtD | | Obligasi | N/A | N/A | N/A | | Saham | ▲ +1,06 | ▲ +1,06 | ▲ +1,06 | | Sumber: Bloomberg per 2 Januari 2026, data foreign flow obligasi belum tersedia. | | | |
| ๐ What Happened in the Market | | |
| | Presiden AS, Donald Trump, pada Sabtu (3/1) mengonfirmasi serangan militer ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolรกs Maduro. Hal ini memicu kecaman internasional serta kritik dari China dan Rusia atas pelanggaran kedaulatan. Trump mengatakan AS akan mengelola Venezuela sementara waktu hingga tercapai transisi pemerintahan yang dinilai aman, tepat, dan terukur. | | | Hasil pertemuan OPEC+ pada Minggu (4/1) menunjukkan kemungkinan akan mempertahankan tingkat produksi minyak tetap stabil, meskipun terdapat ketegangan politik antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab serta perkembangan geopolitik terbaru yang melibatkan Venezuela. Keputusan ini diambil di tengah penurunan harga minyak lebih dari 18% sepanjang 2025, yang merupakan penurunan tahunan terdalam sejak 2020, akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap kelebihan pasokan global. Venezuela saat ini memproduksi sekitar satu juta barel minyak per hari, atau sekitar 1% dari pasokan global meski memiliki ~17% cadangan minyak global akibat puluhan tahun mengalami kurangnya investasi, sanksi, serta campur tangan politik di perusahaan minyak negara. | | | Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, pada Rabu mengatakan bahwa pemerintah akan mengalihkan dana penempatan di Himbara sebesar Rp75 triliun untuk transfer daerah dan pengeluaran pemerintah. Purbaya menyebut bahwa pemerintah masih mempertahankan penempatan Rp201 triliun di Himbara. Purbaya menjelaskan dampak suntikan cadangan kas pemerintah ke dalam sistem perbankan tidak seoptimal yang diharapkan karena kurangnya sinergi kebijakan dengan Bank Indonesia, sembari menambahkan bahwa persoalan tersebut sedang diperbaiki. | | | S&P Global mencatat bahwa Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia turun ke level 51,2 pada Desember 2025 (vs. November 2025: 53,3), namun tetap berada di level ekspansi. Ekspansi ini terutama ditopang oleh kenaikan permintaan baru yang berlanjut di bulan kelima berturut-turut, meskipun dengan laju yang lebih lambat dibandingkan bulan sebelumnya. | | |
|
|
| Secara Global: Reaksi pasar relatif tenang merespons ketegangan politik ini. Harga minyak Brent pada perdagangan Senin (5/1) pagi hanya naik +0,5% ke level US$61/b. Harga minyak relatif stabil karena Venezuela tidak memiliki dampak signifikan ke pasokan minyak global dalam jangka pendek, ditambah kemungkinan OPEC+ untuk mempertahankan rencana produksi. Sementara itu, harga emas kembali naik, merespons meningkatnya ketidakpastian global dengan menguat +2,4% ke level US$4.435/oz. | | Untuk Indonesia: Pengalihan dana SAL untuk mendukung belanja pemerintah berpotensi mengetatkan likuiditas perbankan dalam jangka pendek. Namun, dampaknya dinilai terbatas karena rasio likuiditas perbankan masih relatif longgar. Dalam jangka menengah, langkah ini justru berpotensi menopang aktivitas ekonomi melalui stimulus fiskal yang mendorong perputaran dana dan peningkatan transaksi di sektor riil. Sementara itu, PMI manufaktur yang masih ekspansif meski melambat menunjukkan permintaan domestik relatif kuat, di tengah pelemahan pesanan ekspor baru dalam empat bulan terakhir. | | |
|
|
| Secara global, eskalasi geopolitik terkait Venezuela menambah ketidakpastian geopolitik, walaupun reaksi pasar relatif terbatas. Di Indonesia, perhatian pasar tertuju pada kemampuan kebijakan fiskal dalam menjaga keseimbangan antara likuiditas dan pertumbuhan ekonomi. Stimulus fiskal diharapkan dapat mendorong pertumbuhan riil tanpa menimbulkan tekanan berlebihan pada stabilitas pasar keuangan. Perkembangan ini perlu dicermati karena berpotensi mempengaruhi arah pergerakan obligasi dan saham ke depan. | | |
|
|
| Top Reksa Dana Pasar Uang di Bibit | |
Cocok untuk: simpan dana darurat & parkir dana jangka pendek |
Return reksa dana per 2 Januari 2026.
Berdasarkan data historis, tidak menjamin kinerja di masa depan. |
| Top Reksa Dana Obligasi di Bibit | |
Cocok untuk: investasi jangka panjang dengan risiko moderat |
Return reksa dana per 2 Januari 2026. Berdasarkan data historis, tidak menjamin kinerja di masa depan.
|
| Kinerja Saham Perbankan dalam 5 Tahun Terakhir | |
Data saham per 2 Januari 2026, memperhitungkan price return dan dividend. Data historis, tidak menjamin kinerja di masa depan |
|
|
Writer: Bibit Investment Research Team Disclaimer: Konten dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual produk tertentu. |
|
|
Email ini dikirim oleh PT Bibit Tumbuh Bersama, Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Informasi di dalam email ini bersifat rahasia dan hanya ditujukan bagi investor yang menggunakan APERD PT Bibit Tumbuh Bersama dan menerima email ini. Dilarang memperbanyak, menyebarkan, dan menyalin informasi rahasia ini kepada pihak lain tanpa persetujuan PT Bibit Tumbuh Bersama. Reksa dana merupakan produk pasar modal dan bukan produk APERD. APERD tidak bertanggung jawab atas risiko pengelolaan portofolio yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Semua investasi mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas nilai investasi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan. Kinerja historikal, keuntungan yang diharapkan dan proyeksi probabilitas disediakan untuk tujuan informasi dan ilustrasi.
Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini.
|
Copyright © 2026. All rights reserved. |
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar